BNP2TKI Adakan Forum Diskusi dan Evaluasi Pemberdayaan PMI Terintegrasi

12 April 2019 18:00 WIB

Deputi Perlindungan BNP2TKI, Anjar Prihantoro Budi Winarso saat memberikan sambutan dalam acara Forum Diskusi dan Evaluasi Pemberdayaan PMI Terintegrasi yang dihadiri para anggota KKBM dari berbagai daerah di The Mirah Hotel, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/4/2019) [Foto:Lil]
Bogor, BNP2TKI, Jumat (12/4/2019)___Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui Direktorat Pemberdayaan BNP2TKI menyelenggarakan kegiatan” Forum Diskusi dan Evaluasi Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Terintegritas”. Kegiatan ini dihadiri 53 peserta Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) dan PMI Purna beserta pendamping masing-masing dari berbagai daerah di The Mirah Hotel, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/4/19).

Kelompok KKBM dan PMI Purna yang hadir ini antara lain dari Bandung sebanyak 12 orang, Semarang 12 orang, Surabaya 8 orang, Mataram 5 orang, Lampung 6 orang, Serang (Banten) ada 6 orang, Kupang (NTT) 2 orang  dan jumlah ini sudah termasuk tim pendamping masing-masing. Acara diawali sambutan dari Direktur Pemberdayaan BNP2TKI, A. Gatot Hermawan, selanjutnya acara dibuka secara resmi oleh Deputi Perlindungan, Anjar Prihantoro Budi Winarso.

Para peserta KKBM ini merupakan komunitas PMI Purna yang berwirausaha dan mampu memperdaya masyarakat sekitar untuk berjuang bersama memperbaiki perekonomian keluarga. Para PMI Purna ini membentuk kelompok usaha dengan beragam jenis usaha mulai dari usaha makanan olahan (Kerupuk dan sejenisnya) dan berbagai jenis kerajinan tangan seperti tas dan bahan rajutan lainnya. Semua karya para PMI Purna ini telah berhasil masuk di tingkat pasar nasional bahkan internasional.

BNP2TKI mengapresiasi atas usaha para PMI Purna dan keluarganya yang telah kreatif mengelola keuangannya dengan berwirausaha serta mampu memperdaya masyarakat sekitar. Pemerintah mendukung penuh atas usaha PMI, sehingga dengan demikian BNP2TKI mengajak  pihak Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk memberikan arahan terkait berwirausaha seperti apa yang membawa dampak positif dan jangka panjang serta kreatif agar terus berkembang.

Deputi Perlindungan BNP2TKI, Anjar Prihantoro  mengatakan, bahwa pentingnya kegiatan ini sebagai upaya pemerintah dalam menjalankan kebijakannya yang bukan hanya mengurus penempatan ke luar negeri tetapi juga pemberdayaan keberlanjutan setelah kembali ke tanah air.

“Saya meminta, tolong pemerintah daerah membantu akses permodalan kepada usaha UMKM (Usaha Mikro Kelas Menengah) para PMI Purna dan keluarganya. Hal ini sangat penting agar usaha bisa berjalan dan berkembang sehingga para PMI purna tidak lagi kembali bekerja ke luar negeri”, ujar Deputi Perlindungan, Anjar Prihantoro.

Anjar melanjutkan bahwa, dengan berkembangnya usaha seperti ini , memberdayakan orang bukan hanya PMI yang sukses saja tetapi juga yang belum sukses, tidak perlu dengan menggunakan coorporate, cukup dengan secara personal saja yang penting berusaha dan jadilah kreatif.

Direktur Pemberdayaan BNP2TKI, A. Gatot Hermawan juga menyampaikan bahwa kegiatan pemberdayaan kepada anggota KKBM dan PMI Purna ini sebagai upaya pemerintah dalam menjalankan kebijakannya melayani masyarakat terutama PMI Purna, PMI dan Keluarganya. Ia berharap agar KKBM ini terus berkembang sampai ke daerah-daerah yang mungkin saat ini belum terbentuknya KKBM seperti yang sudah dijalankan selama ini di daerah lainnya seperti Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan, Servulus Bobo Riti juga hadir sebagai narasumber. Ia  menyampaikan terkait peluang kerja ke luar negeri sebagai bagian dari upaya agar para PMI ini semakin paham apa saja yang menjadi peluang bekerja ke luar negeri.

“ Mungkin saja ada keluarga atau saudara , tetangga yang mau bekerja ke luar negeri. Ini hanya sebagai mengingatkan kembali bahwa apa saja yang menjadi peluang dan juga syarat bekerja ke luar negeri dengan prosedural. Apabila sudah diketahui harap beritau mereka agar mereka bisa bekerja ke luar negeri dengan melalui jalur aman”, jelas Direktur Soskel, Servulus Bobo Riti.

Servulus juga menyapa para KKBM dan PMI Purna yang hadir dengan sebutan “Pengusaha” karena mereka semua yang hadir telah memiliki badan usaha yang cukup sukses di daerahnya. Bahkan banyak diantara mereka memberdayakan anggota keluarganya yang lain, tetangga dan masyarakat sekitar. Sehingga, dengan sebutan Pengusaha dan bukan lagi disebut sebagai PMI Purna, membangkitkan semangat para anggota KKBM ini untuk terus meningkatkan usahanya yang turut membantu kesejahteraan orang lain.

Dengan demikian, diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini menambah wawasan para anggota KKBM dan PMI Purna lainnya yang juga merupakan program kebijakan pemerintah demi menciptakan kesejahteraan yang lebih baik bagi para PMI Purna ataupun PMI yang saat ini masih bekerja di luar negeri.

Acara ini, BNP2TKI menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Kooperasi dan UKM untuk bersama-sama memberikan pencerahan bagi para anggota KKBM dan PMI Purna. Turut Hadir, Yana Anusasana (Direktur Mediasi dan Advokasi), Anang Hermanto (Perwakilan dari Kementerian Kooperasi dan UKM), Syaifullah (Direktur Akses Modal Non Perbankan BEKRAF), Hasan Abdulah (Kepala Biro Keuangan dan Umum BNP2TKI), dan beberapa pejabat BNP2TKI dan pegawai dari lingkungan BNP2TKI. **(Humas/Lily)
 

Share: