Sepanjang 2014 BNP2TKI Mencatat Penempatan TKI 429.872 Orang

16 Januari 2015 14:23 WIB

Kepala Puslitfo BNP2TKI, Muhammad Hidayat, mengatakan penempatan TKI selama empat terakhir (2011 – 2014) terjadi naik-turun, yakni pada 2011 sebanyak 586.802 orang, 2012 turun dengan jumlah 494.609 orang, 2013 naik sebanyak 512.168 orang, dan 2014 turun lagi menjadi 429.872 orang.
Jakarta, BNP2TKI, Jumat (16/01/2015) – Sepanjang tahun 2014 BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) mencatat penempatan TKI ke berbagai negara di dunia sebanyak 429.872 orang. Jumlah itu meliputi 219.610 orang (58 persen) TKI formal dan 182.262 orang (42 persen) TKI informal. 

Demikian catatan Pusat Penelitian Pengembangan dan Informasi (Puslitfo) BNP2TKI yang dihimpun didalam buku “Data Penempatan dan Perlindungan TKI Tahun 2014” (Periode 1 Januari s/d 31 Desember) yang dicetak 6 Januari 2015. 

Kepala Puslitfo BNP2TKI, Muhammad Hidayat, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis petang (15/01/2015) mengatakan, penempatan TKI selama empat terakhir (2011 – 2014) terjadi naik-turun, yakni pada 2011 sebanyak 586.802 orang, 2012 turun dengan jumlah 494.609 orang, 2013 naik sebanyak 512.168 orang, dan 2014 turun lagi menjadi 429.872 orang.

Hidayat mengatakan, didalam empat tahun terakhir (2011 – 2014) secara bertahap terjadi kenaikan prosentase penempatan TKI formal dan prosentase menurun untuk TKI informal. Pada tahun 2011 prosentase TKI formal 45 persen dan tahun 2014 naik menjadi 58 persen. Sedangkan prosentase TKI infornal tahun 2011 sebanyak 55 persen dan tahun 2014 turun menjadi 42 persen – lebih jelasnya dapat dilihat tabel di bawah.     

Tabel Penempatan TKI dari Tahun 2011 s/d 2014
No. Tahun Jumlah Penempatan TKI TKI Formal % TKI Informal %
1. 2011 586.802 266.191 45 320.611 55
2. 2012 494.609 258.411 52 236.198 48
3. 2013 512.168 285.297 56 226.871 44
4. 2014 429.872 247.610 58 182.262 42
Sumber : Subdit Pengolahan Data Puslitfo BNP2TKI 2014

Ada tiga penyebab (kemungkinan) kenaikan jumlah prosentase penempatan TKI formal dan penurunan penempatan TKI informal, yaitu:

Pertama, penurunan TKI Informal karena pembenahan penempatan TKI di beberapa negara di kawasan Timur Tengah. Diberlakukannya penundaan penempatan (moratorium) TKI informal yang bekerja pada sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di 6 (enam) negara, yaitu : Kuwait, Yordania, Suriah, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Diberlakukannya moratorium TKI PLRT di negara-negara tersebut dikarenakan Pemerintah di negara itu tidak memberikan jaminan perlindungan.

Kedua, diberlakukan langkah pengetatan penempatan TKI dengan pemberlakuan durasi waktu pelatihan yang dibuktikan melalui kehadiran sistem sidik jari (finger print).

Ketiga, ketersediaan tenaga kerja unskill di daerah yang benar-benar berkurang.

Hidayat menuturkan, Pemerintah secara bertahap terus menerus menekan angka penempatan TKI informal, utamanya TKI PLRT. Dikarenakan keberadaan TKI PLRT ini sangat rentan bermasalah lantaran tinggal serumah dengan pengguna jasa (users) lebih dari satu orang, di antaranya ada orangtua dan anak, bahkan ada juga mertua atau keluarga lainnya.

Dari sisi gender, jumlah penempatan TKI perempuan selama empat tahun terakhir (2011 – 2014) masih tergolong tinggi dibanding TKI laki-laki. Penempatan TKI tahun 2011 sebanyak 586.802 orang, terdiri dari 376.686 TKI perempuan (64 persen) dan 210.116 TKI laki-laki (36 persen). Tahun 2012 sebanyak 494.609 TKI, terdiri dari 279.784 TKI perempuan (57 persen) dan 214.825 TKI laki-laki (43 persen). Tahun 2013 sebanyak 512.168 TKI, terdiri dari 276.998 TKI perempuan (54 persen) dan 235.170 TKI laki-laki (46 persen). Tahun 2014 sebanyak 429.872 TKI, terdiri dari 243.629 TKI perempuan (57 persen) dan 186.243 TKI laki-laki (43 persen).   

Sedangkan dari sisi tingkat pendidikan, TKI lulusan SD dan SMP tergolong tinggi. Hal itu dapat dilihat dari angka penempatan TKI tahun 2014 sebanyak 429.872 orang. Dari jumlah itu TKI yang lulusan SD sebanyak 138.821 orang (32,29 persen), lulusan SMP 162.731 orang (37,86 persen), lulusan SMU 106.830 orang (24,85 persen, lulusan Diploma 17.355 orang (4,04 persen), lulusan Sarjana 3.956 orang (0,92 persen), dan lulusan pascasarjana 179 orang (0,04 persen).   

Jabar dan Lotim Tertinggi

Dalam penempatan TKI ke luar negeri tahun 2014 sebanyak 429.872 orang itu, Jawa Barat merupakan provinsi tertinggi dari 33 provinsi di Indonesia, jumlahnya sebanyak 105,479 orang. Sedangkan untuk kabupaten Lombok Timur merupakan kabupaten tertinggi dari 25 kabupaten terbesar penyumpang penempatan TKI, jumlahnya sebanyak 29,510 orang.

Untuk penempatan TKI Tahun 2014 tertinggi setelah Jawa Barat sebanyak 105.479 orang itu, kemudian disusul Jawa Tengah 92.590, Jawa Timur 78.306, Nusa Tenggara Barat 61.139, Lampung 18.500, Sumatera Utara 14.782, Banten 9.720, Bali 7.716, DKI Jakarta 7.561, Sulawesi Selatan 7.497, Nusa Tenggara Timur 5.515, Kalimantan Barat 5.190, Daerah Istimewa Yogyakarta 3.808, Sumatera Selatan 1.958, Sumatera Barat 1.227, Kepulauan Riau 1.223, Sulawesi Utara 1.076, Nanggrro  Aceh Darussalam 951, Sulawesi Tengah 896, Riau 868, Jambi 835, Kalimantan Selatan 711, Sulawesi Barat 450, Kalimantan Timur 449, Sulawesi Tenggara 423, Bengkulu 319, Maluku 312, Maluku Utara 121, Kalimantan Tengah 69, Bangka Belitung 49, Papua 48, Papua Barat 47, dan Gorontalo 37.

Sedangkan untuk kabupaten, pemasok TKI dari 25 kabupaten terbesar setelah Kabupaten Lombok Timur sebanyak 29.510 orang itu adalah, Indramayu 25.521, Cilacap 16.013, Cirebon 15.786, Lombok Tengah 14.109, Cianjur 11.311, Kendal 11.212, Ponorogo 8.869, Sukabumi 8.665, Karawang 8.499, Subang 8.357, Brebes 8.216, Malang 8.114, Blitar 7.973, Lampung Timur 7.582, Lombok Barat 7.472, Banyuwangi 7.271,  Tulungagung 6.723, Banyumas 5.642, Tegal 5.576, Majalengka 5.563, Pati 5.267, Madiun 5.185, Kediri 4.570, dan Jakarta Utara 3.955. Sedangkan sisanya sebanyak  182,911 orang adalah, TKI dari daerah-daerah lain yang di seluruh Indonesia.

Puslitfo BNP2TKI mencatat, sepanjang tahun 2014 dari jumlah penempatan TKI sebanyak 429.872 orang itu, dari 25 negara tertinggi adalah Malaysia 127.827 orang, Taiwan 82.665, Arab Saudi 44.325, Hong Kong 35.050, Singapura 31.680, Oman 19.141, Uni Emirat Arab (UEA) 17.962, Korea Selatan 11.848, Brunei Darussalam 11.616, United States 9.233, Qatar 7.862, Bahrain 5.472, Jepang 2.428, Kuwait 1.714, Itali 1.295, Turki 1.246, China 915, Fiji Islands 902, Spanyol 889, Mauritius 838, Canada 830, Netherlands 796, Thailand 717, Australia 644, dan Afrika Selatan 587. Sedangkan sisanya sebanyak 11.390 TKI tersebar di berbagai negara penempatan lainnya.*** (Humas – IB) 

Share: