Monday, 22 July 2019

Agenda Unit Kerja

Unit Pelayanan Teknis

BP3TKI Jakarta Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman

-

00.11 23 November 2017 1489

Jakarta, BNP2TKI 23/11—Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jakarta mensosialisasikan peluang kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman kepada siswa siswi SMK 38 Jakarta, 22/11/2017.
 
Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Deputi Perlindungan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono, Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati, Kepala BP3TKI Jakarta Ahnas dan Kabsubdit Sosialisasi BNP2TKI Joko Purwanto.
 
Kepada peserta sosialiasi, Deputi Perlindungan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono bertanya, ada yang tahu apa itu  pekerja migrant? Mereka adalah orang yang bekerja di Luar Negeri. Saat ini ada sekitar 6 juta pekerja migrant  bekerja di Luar Negeri. Mereka tersebar di  berbagai negera seperti Taiwan, Malaysia, Jepang, Korea, Timur Tengah, Amerika, dan Eropa.
 
Ia menjelaskan,  jika saat ini ada yang menempatkan TKI ke Timur Tengah untuk sektor informal tidak diperbolehkan karena sedang di moratorium. Tetapi untuk sektor formal masih diperbolehkan.
 
"Kelemahan yang masih menjadi kendala bagi pekerja migrant adalah bahasa. Sering  sekali tidak memenuhi syarat karena penguasaan bahasa. Saran saya jika ingin bekerja ke Luar Negeri bisa kursus bahasa Inggris, Jepang dan bahasa lainnya", paparnya.
 
Teguh mengatakan, untuk bekerja ke luar negeri harus mengetahui prosedur dan cara-caranya. Semuanya harus disiapakan dari awal adalah dokumen  yang dipersyaratkan seperti Paspor, KTP, Ijazah, dan Kartu Keluarga.
 
"Tanpa prosedur dan dokumen saya kira tidak akan bisa. Jangan sampai terjebak dan terjerumus bekerja secara non prosedural karena itu pasti tidak aman. Risikonya  bisa dideportasi oleh negara penempatan", jelasnya.
 
Ia menambahkan, dalam hal ini tentunya pemerintah dan perwakilan Indonesia di Luar Negeri akan membantu jika pekerja migrant mengalami masalah di Luar Negeri.
 
Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati menjelaskan, kegiatan  sosialisasi peluang kerja Luar Negeri dan migrasi aman merupakan pemberian informasi kepada calon tenaga kerja Luar Negeri. Banyak yang berhasil dan sukses dari pekerja migrant seperti chief di Dubai dan ketika pulang ke  Indonesia membuat usaha sendiri.
 
Okky mengatakan, bekerja tidak hanya di Idonesia saja dan banyak peluang kerja di Luar Negeri. Mengingat  kesempatan kerja di dalam Negeri juga terbatas. Ia menjelaskan,  satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap 400 ribu tenaga kerja. Sedangkan setiap tahunya pertumbuhan penduduk terus bertambah. Dalam setahun pemerintah hanya bisa menyediakan untuk 2 juta lapangan pekerjaan. 
 
"Artinya kita harus usaha dan bekerja baik di dalam negeri atau di Luar Negeri tentunya harus bisa bersaing dengan kemampuan yang bagus" jelasnya.
 
Okky mengatakan, jika ingin  menjadi pekerja migrant bekerjalah  secara prosedural  dan jangan  menjadi pekerja migrant non prosedural. Ia mencontohkan, sebagian besar pekerja migrant yang mengalami masalah karena  melalui calo  dan berangkat secara tidak prosedural dan biasanya mereka yang bekerja di rumah atau domestic worker. Sedangkan yang bekerja di perusahaan yang berbadan hukum tidak bermasalah.
 
"Mereka calo atau sponsor memberikan iming-iming dan janji-janji yang bagus saja. Tidak peduli terhadap risiko dan masalahnya", jelasnya.
 
Menurut Okky, artinya calon pekerja migrant  perlu mendapatkan informasi dan pengetahuan secara menyeluruh. Jangan sampai terjebak menjadi pekerja migrant yang non prosedural.  "Kita harus tahu dan  perlu belajar. Kita harus belajar untuk mengurai rasa takut dan tentu dengan mencari solusianya." Kata Okky.***(MHP)